Kenangan. Sepahit apapun suatu kenangan, pasti akan selalu
tetap terkenang. Entah dengan objeknya maupun dengan kejadiannya. Begitu pula
kenangan dengan mantan. Walau sudah terpisah, pasti masih ada suatu rasa yang
tersimpan dilubuk hati yang paling dalam. Tidak munafik, akupun mengakui hal
itu. Cinta pertamaku. Banyak orang dewasa menyebut cinta ini dengan sebutan
cinta monyet. Yap akupun bingung. Mengapa harus disebut dengan cinta monyet?
Padahal kisah ini dijalani oleh sepasang anak adam. Kami ini manusia bukan
monyet…lol. Tapi aku mulai sadar kenapa harus dinamakan cinta monyet. Kami ini
adalah anak-anak yang masih labil. Tidak semua dari kami yang bertahan lama.
Paling lama hanya setahun. Itu juga pasti pernah putus nyambung. Banyak alasan
yang dibuat untuk memutuskan hubungan. Bisa karena ingin fokus belajar, sudah
bosan bahkan karna sudah ada yang baru. Yah namanya juga lika-liku remaja. Di
masa-masa inilah kami sedang mencari jati diri. Maklum saja, jika sebagian dari
kami ada yang sering dicap sebagai anak yang caper (baca:cari perhatian).
Kenangan yang indah tak akan terlupakan. Begitu pula
sebaliknya. Kenangan yang buruk juga takkan terlupakan, malah kenangan itu akan
dijadikan sebagi pelajaran agar tak terjadi kenangan seperti itu lagi. Kenangan
buruk? Ketika putus. Sakit rasanya bila melihat masa lalu. Dulu, pernah ada
janji saling setia. Janji agar saling percaya satu sama lain. Janji yang hanya
diketahui oleh berdua, rasanya indah pada awalnya. Tapi ketika mulai ada suatu
cobaan yang datang, semua janji itu rasanya tak pernah terucapkan. Kesal,
benci, marah semua tercampur menjadi satu. Entah apa alasannya, hingga terucap
kata putus. Dan akhirnya tak pernah ada komunikasi satu sama lain lagi. Tak
pernah ada yang mengirimi kabar dan sepertinya sudah saling melupakan. Tapi
sesungguhnya, ketika kita sedang mengingat masa lalu, semuanya akan
teringat-ingat lagi. Kenangan indah dengan mantan…
Tidak ada komentar:
Poskan Komentar